ASKEP BRONKITIS PDF

BRONKITIS. Bronkitis pada anak: Teori dan askep Laporan Kasus Bronkitis Kronik. Full description. Askep Keluarga Dengan Bronkitis. yes. Leaflet Bronkitis. Home · Leaflet Bronkitis BRONKITIS. Bronkitis pada anak: Teori dan askep Askep Bronkitis. bagus. Sop Bronkitis. Home · Sop Bronkitis. sop Author: Erviani BRONKITIS. Bronkitis pada anak: Teori dan askep. Bronkitis Askep Bronkitis. bagus. bronkitis.

Author: Jumuro Vujora
Country: Qatar
Language: English (Spanish)
Genre: Marketing
Published (Last): 17 April 2010
Pages: 260
PDF File Size: 19.14 Mb
ePub File Size: 4.88 Mb
ISBN: 469-8-30191-584-8
Downloads: 37213
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Sarisar

Pathway Bronkitis pathway bronkhitis. Bronkitis Resume bronkitis resume. Analisa Data Bronkitis Analisa Data. Proses ini dapat disebabkan karena perluasan dari proses penyakit yang terjadi dari aske napas maupun bawah. Berdasarkan waktu berlangsungnya penyakit, bronkitis akut berlangsung kurang dari 6 minggu dengan rata-rata hari, sedangkan bronkitis kronis berlangsung lebih dari 6 minggu.

Secara umum keluhan pada bronkitis kronis dan bronkitis akut hampir sama, hanya saja keluhan pada bronkitis kronis cenderung lebih berat dan lebih lama. Hal ini dikarenakan pada bronkitis kronis terjadi hipertrofi otot-otot polos dan kelenjar serta berbagai perubahan pada saluran pernapasan. Secara klinis, bronkitis kronis merupakan penyakit wskep pernapasan yang ditandai dengan batuk berdahak sedikitnya 3 bulan dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut Knutson and Braun, Angka inipun diduga masih di bawah angka morbiditas yang sebenarnya karena bronkitis kronis yang tidak terdiagnosis.

Bronkitis akut merupakan kejadian yang paling umum dalam pengobatan rawat jalan, berkontribusi terhadap sekitar 2,5 juta kunjungan ke dokter di AS pada Di Amerika Serikat, biaya askel untuk bronkitis akut sangat besar; untuk setiap episode, pasien menerima rata-rata dua resep untuk digunakan hari. Bronkitis kronis dapat dialami oleh semua ras tanpa ada bron,itis.

Frekuensi angka morbiditas bronkitis kronis lebih kerap terjadi pada pria brojkitis wanita. Hanya saja hingga kini belum ada angka perbandingan yang pasti. Usia penderita bronkitis kronis lebih sering dijumpai di atas 50 tahun. Penyebab bronkitis berdasarkan faktor lingkungan meliputi polusi udara, merokok dan infeksi. Infeksi sendiri terbagi menjadi infeksi bakteri Staphylococcus, Pertusis, Tuberculosis, mikoplasmainfeksi virus RSV, Parainfluenza, Influenza, Adeno dan infeksi fungi monilia.

Sedangkan faktor penderita meliputi usia, jenis kelamin, kondisi alergi dan riwayat penyakit paru yang sudah ada Setiawati, Makmuri dan Asih, Berdasarkan penyebabnya bronkitis dibagi menjadi dua yaitu bronkitis infeksiosa dan bronkitis iritatif. Bronkitis infeksiosa Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, terutama Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia. Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru dan saluran pernapasan menahun.

Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari: Bronkitis iritatif Bronkitis iritatif adalah bronkitis yang disebabkan alergi terhadap sesuatu yang dapat menyebabkan iritasi pada daerah bronkus. Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromine, polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida, tembakau dan rokok lainnya.

Faktor etiologi utama adalah zat polutan Rahmadani dan Marlina, Skema Bfonkitis Bronkitis Perubahan struktur pada paru menimbulkan perubahan fisiologik yang merupakan karakteristik bronkitis kronis seperti batuk kronik, produksi sputum, obstruksi saluran napas, gangguan pertukaran gas, hipertensi pulmonal dan kor-pulmonale.

Akibat perubahan bronkiolus dan alveoli terjadi gangguan pertukaran gas yang menimbulkan dua masalah serius, yaitu: Aliran darah dan udara ke dinding alveoli yang tidak sesuai mismatched. Sebagian tempat pada alveoli terdapat aliran darah yang adekuat tetapi sangat sedikit aliran udara bornkitis sebagian tempat lain di arah sebaliknya.

Performa yang menurun dari pompa respirasi terutama otot-otot respirasi sehingga terjadi overinflasi dan penyempitan jalan napas, menimbulkan hipoventilasi dan tidak cukupnya udara ke alveoli menyebabkan CO2 darah meningkat dan O2 dalam darah berkurang.

  KEMAL ISHMAEL PDF

Temuan utama pada bronkitis adalah hipertropi kelenjar mukosa bronkus dan peningkatan jumlah sel goblet dengan infiltrasi sel-sel radang dan edema pada mukosa sel bronkus. Pembentukan mukosa yang meningkat mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif. Produksi mukus yang terus menerus mengakibatkan melemahnya aktifitas silia dan faktor fagositosis dan melemahkan 3 mekanisme pertahanannya sendiri. Pada penyempitan bronkial lebih lanjut terjadi akibat perubahan fibrotik yang terjadi dalam saluran napas Rahmadani dan Marlina, Pada bronkitis akut, batuk terjadi selama beberapa minggu.

Seseorang didiagnosis bronkitis kronis ketika mengalami batuk berdahak selama paling sedikit tiga bulan selama dua tahun berturut-turut.

Pada bronkitis kronis mungkin saja seorang penderita mengalami bronkitis akut di antara episode kronisnya, dan batuk mungkin saja hilang namun akan muncul kembali Harms, Algoritma Terapi Bronkitis 5 1. Penicilin Mekanisme kerja antibiotik golongan penisilin adalah dengan perlekatan pada protein pengikat penisilin yang spesifik PBPs yang berlaku sebagai reseptor pada bakteri, penghambatan sintesis dinding sel dengan menghambat transpeptidasi dari peptidoglikan, dan pengaktifan enzim autolitik di dalam dinding sel, yang menghasilkan kerusakan sehingga sakep bakteri mati.

Antibiotik golongan penisilin yang biasa digunakan adalah amoksisilin. Efek Samping Obat mual, muntah, diare, anemia hemolitik, thrombocytopenia Interaksi tetrasiklin dan Kloramfenikol mengurangi aktifitas amoksisilin Kehamilan – Monitoring tanda-tanda infeksi, tanda anafilaksis pada dosis pertama. Pada 6 pemakaian jangka panjang monitoring fungsi liver Perhatian penggunaan jangka panjang dapat memicu superinfeksi Informasi untuk pasien Obat diminum sampai seluruh obat habis, meskipun kondisi klinik membaik sebelum obat habis b.

Quinolon Golongan quinolon merupakan antimikrobial oral memberikan pengaruh yang dramatis dalam terapi infeksi. Dari prototipe awal yaitu asam nalidiksat berkembang menjadi asam pipemidat, asam oksolinat, cinoksacin, norfloksacin.

Generasi awal mempunyai peran dalam terapi gram-negatif infeksi saluran kencing. Generasi berikutnya yaitu generasi kedua terdiri dari pefloksasin, enoksasin, ciprofloksasin, sparfloksasin, lomefloksasin, fleroksasin dengan spektrum aktifitas yang lebih luas untuk terapi infeksi community-acquired maupun infeksi nosokomial.

Lebih jauh lagi ciprofloksasin, ofloksasin, peflokasin tersedia sebagai preparat parenteral yang memungkinkan penggunaannya secara luas baik tunggal maupun as,ep dengan agen lain.

Mekanisme kerja golongan quinolon secara umum adalah dengan menghambat DNAgyrase. Aktifitas antimikroba secara umum meliputi, Enterobacteriaceae, P. Aktifitas terhadap bakteri anaerob pada generasi kedua tidak dimiliki. Demikian pula dengan generasi ketiga quinolon seperti levofloksasin,gatifloksasin, moksifloksasin. Aktifitas terhadap anaerob seperti B. Modifikasi struktur quinolon menghasilkan aktifitas terhadap mycobacteria sehingga digunakan untuk terapi TB yang resisten, lepra, prostatitis kronik, infeksi kutaneus kronik pada pasien diabetes.

Profil farmakokinetik quinolon sangat mengesankan terutama bioavailabilitas yang tinggi, waktu paruh eliminasi yang panjang. Perbedaan di antara quinolon di samping pada spektrum aktifitasnya, juga pada profil tolerabilitas, interaksinya dengan teofilin, antasida, H2Bloker,antikolinergik, serta profil keamanan secara umum.

Sap Bronkitis – PDF Free Download

Resistensi merupakan masalah yang menghadang golongan quinolon di seluruh dunia karena penggunaan yang luas. Acute Interstitial Nephritis, insiden Interaksi Meningkatkan kadar ciklosporin, teofilin, warfarin.

Mengurangi kadar ciprofloksasin bila diberikan bersama dengan antasida, sukralfat,antineoplastik Kehamilan C Monitoring Kadar teofilin, cyclosporine dalam plasma bila ciprofloksasin dikombinasi kan bronkihis obat tersebut. Perhatian Tidak direkomendasikan pada anak c. Makrolida Eritromisin merupakan prototipe golongan ini sejak ditemukan pertama kali th Komponen lain golongan makrolida merupakan derivat sintetik dari eritromisin broknitis struktur tambahannya bervariasi antara cincin lakton.

Derivat makrolida tersebut terdiri dari spiramysin, midekamisin, roksitromisin, azitromisin dan klaritromisin. Azitromisin memiliki aktifitas yang lebih poten terhadap Gram negatif, volume distribusi yang lebih luas serta waktu paruh yang lebih panjang. Klaritromisin memiliki fitur farmakokinetika yang meningkat waktu paruh plasma lebih panjang, penetrasi ke jaringan lebih besar serta peningkatan aktifitas terhadap H. Sedangkan roksitromisin memiliki aktifitas setara dengan eritromisin, namun profil farmakokinetiknya mengalami peningkatan sehingga lebih dipilih untuk brobkitis saluran bronkiris.

Hampir semua komponen baru golongan makrolida memiliki tolerabilitas, profil keamanan lebih baik dibandingkan dengan eritromisin. Lebih jauh lagi derivat baru tersebut bisa diberikan satu atau dua kali sehari, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien. Umum terjadi pada garam estolat dari eritromisin. Interaksi Meningkatkan aritmia bila diberikan dg astemizole, cisapride, gatifloksasin, moksifloksasin,sparfloksasin, thioridazine.

  DRMO 1348 PDF

Meningkatkan kadar plasma benzodiazepine, alfentanil, carbamazepin, CCB, clozapin, cilostazol, digoksin, bromokriptin, statin, teofilin,warfarin,neuromuskulerbloking Flukonazol meningkatkan kadar asmep klaritromisin 9 Kehamilan B Monitoring – Perhatian – Informasi untuk pasien Diberikan 2 jam sebelum makan atau sesudah makan, untuk sirup kering simpan di refrigerator setelah dicampur, buang sisa sirup bila lebih dari 10 hari.

Meningkatkan kadar plasma benzodiazepine, alfentanil, carbamazepin, CCB, clozapin, cilostazol, digoksin, bromokriptin, statin, teofilin,warfarin,neuromuskulerbloking Flukonazol meningkatkan kadar plasma klaritromisin Kehamilan B Monitoring Tanda infeksi, fungsi liver Perhatian Gunakan secara hati-hati pada pasien dengan riwayat hepatitis,disfungsi hepar, disfungsi ginjal.

Uji efektivitas dan keamanan belum pernah dilakukan pada bayi Informasi untuk pasien Obat diminum bersama makanan untuk mengatasi efek 10 samping terhadap saluran cerna. Jangan minum antasida bersama obat ini. Meningkatkan kadar plasma benzodiazepine, alfentanil, carbamazepin, CCB, clozapin, cilostazol, digoksin, bromokriptin, statin, teofilin,warfarin,neuromuskulerbloking Flukonazol meningkatkan kadar plasma klaritromisin Kehamilan Ekskresi ke ASI tidak diketahui, gunakan dg hati-hati Monitoring Tanda infeksi, diare, gangguan sluran cerna.

Perhatian Perlu dilakukan penyesuaian dosis pada pasien gagal ginjal. Uji efektivitas dan keamanan belum pernah dilakukan pada bayi Informasi untuk pasien Diminum bersama makanan Bronkitiw Obat Levofloksasin Dosis Dewasa Eksaserbasi Bronkhitis kronik: Demikian pula hindari pemberian bersama betabloker, amiodarone karena menyebabkan bradikardi.

Sop Bronkitis

Hindari pemberian bersama insulin, karena akan merubah kadar glukosa. Meningkatkan perdarahan bila diberikan bersama warfarin. Perhatian Gunakan secara hati-hati pada pasien dengan epilepsi, karena dapat memperparah kejang; gunakan hati-hati pada pasien dengan gagal ginjal. Informasi untuk pasien Obat diminum jam sebelum makan. Jangan diminum bersamaan dengan antasida. Anda dapat mengalami fotosensitifitas oleh karena itu gunakan sunscreen, pakaian protektif untuk menghindarinya.

Laporkan bila ada diare, palpitasi, nyeri dada, gangguan saluran cerna, mata atau kulit menjadi kuning, tremor. Saat ini ada empat generasi cefalosporin, seperti tertera pada tabel berikut: Cefotaksim pada generasi tiga memiliki aktifitas yang paling luas di antara generasinya yaitu mencakup pula Pseudominas aeruginosa, B.

Cefalosporin yang memiliki aktifitas yang kuat terhadap Pseudominas aeruginosa adalah ceftazidime setara dengan cephalosporin generasi keempat, namun aksinya terhadap bakteri Gram positif lemah, sehingga sebaiknya agen ini disimpan untuk mengatasi infeksi nosokomial yang melibatkan pseudomonas. Spektrum aktifitas generasi keempat sangat kuat terhadap bakteri Gram positif maupun negatif, bahkan terhadap Pseudominas aeruginosa sekalipun, namun tidak terhadap Aske.

Bronkodilator Bronkodilator mempunyai aksi merelaksasi otot-otot polos pada saluran pernafasan. Ada tiga jenis bronkodilator yaitu: Beta 2 agonis Simpatomimetika Obat-obat simpatomimetik merupakan obat yang mempunyai aksi serupa dengan aktivitas simpatis. Sistem saraf simpatis memegang peranan penting dalam menentukan ukuran diameter bronkus. Ujung saraf simpatis yang menghasilkan norephinepherin, epinefrin dan isoproterenol disebut adrenergik Dipiro, et al.

Adrenergik memiliki dua reseptor yaitu alfa dan beta. Reseptor beta terdiri beta 1 dan beta 2. Beta 1 adrenergik terdapaat pada jantung, bronkiti 2 adrenergik terdapat pada kelenjar dan otot halus bronkus. Adrenergic menstimulasi reseptor beta 2 sehingga terjadi bronkodilatasi Dipiro, et al. Mekanisme obat simpatomimetika adalah melalui stimulus reseptor beta 2 pada bronkus menyebabkan aktivasi adenil siklase. Meningkatnya kadar cAMP dalam sel menghasilkan efek bronkodilatasi Obat-obat simpatomimetika antara lain salbutamol, salmeterol, epinefrin, terbutalin, isoproterenol, dan metaproterenol Dipiro, et al.